banner 468x60

PUASA SEBAGAI RANTAI

 TASAWWUF
banner 468x60

“ Wahai orang – orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu, agar kamu bertaqwa.”(Qs. Al-Baqarah: 183)
Puasa merupakan ibadah badaniah yang dilakukan orang – orang muslim baik yang sifatnya wajib seperti dibulan ramadhan, dan yang bersifat sunnah seperti dihari senin dan hari kamis. Pusasa sendiri secara bahasa mempunyai arti mencegah, sedangkan arti puasa secara istilah mempunyai arti, menahan segala hal yang dapat membatalkannya.
Puasa selain sebuah media ibadah ritual, namun puasa juga sebagai ajang untuk melatih dan menjadi rantai dari hawa nafsu. Sehingga dapat menjadikan seseorang, insan yang berbudi luhur dan bertaqwa kepada Allah Swt. implementasinya juga dapat mempengaruhi kehidupan sosial. Menjadikan kehidupan seseorang penuh dengan amal – amal ibadah yang senantiasa akan mewarnainya, ini tak lepas dari puasa itu sendiri, karena pusanya juga menjadi sarana, jembatan untuk menuju ketaqwa’an kepada Allah Swt. Dalam al – Quran Allah Swt berfirman: “ Wahai orang – orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu, agar kamu bertaqwa.”(Qs. Al-Baqarah: 183). Dari ayat ini bisa diurai bahwa puasa akan menjadikan seseorang hamba untuk bertaqwa yang artinya menjauhi segala larangan dan perintah yang telah Allah Swt tetapkan. Sehingga bila seseorang hambah sudah menjadi taqwa maka cinta kasih Allah akan senantiasa menyetai karena Allah mencintai orang – orang yang bertawa, dan akan menjadikan hamba tersebut selamat dari marabahaya. Janji Allah dalam surat Ali Imran ayat 120 disebutkan: “ Jika kamu bersabar dan bertaqwa, niscaya tipu daya mereka sedikitpun tidak mendatangkan kemudharatan kepadamu.”.
Menahan atau memerangi nafsu akan menjadikan seseorang lebih terdidik, karena sejatinya nafsu akan mencoba untuk menjerumuskan seseorang hamba untuk melakukan perbuatan yang kurang terpuji. Jika nafsu diibaratkan hewan liar yang ganas dan liar, maka para ulamak mempunyai tiga cara untuk menaklukannya. Pertama denga cara mengekang keiinginannya. Kedua dibebani dengan ibadah dan melakukan puasa. Ketiga berdoa dan memohon pertolongan kepada Allah Swt. Hal ini dilakukan karena sulitnya untuk mengendalikan nafsu. Dalam al – Quran surat Yusuf ayat 53 disebutkan. “ Nafsu itu memerintahkan berbuat kejahatan, kecuali orang – orang yang dikasihi Allah.” Jika sudah berusaha melakukan tiga hal diatas, Insya Allah nafsu akan dapat ditundukkan dan dikendalikan, dengan demikian seorang hamba akan selamat dari segala tindakan kejahatan.
Dari pemaparan diatas bisa disimpulkan bahwa puasa akan dapat mengantarkan kita menjadi insan yang berahlakul karimah, dan mempunyai kedisiplinan yang sangat kuat yang lahir dari dalam jiwa yang bersih dan yang sehat. Perlu diketahui pula puasa juga berfungsi sebagai tabib, karena puasa juga dapat menyehatkan. Makan itu sebagai muslim yang baik hendaklah kita senantiasa memperbanyak ibadah puasa kita lebih – lebih puasa sunnah.
MOCH. SUHAIRY.

Related Posts

Comments are closed.