banner 468x60

CINTA BERSEMI DI TAMAN SURGA

 TASAWWUF
banner 468x60

(Kisah Pertemuan Adam dan Hawa)

Setelah Adam turun dari mimbar, ia duduk di antara para malaikat. Lalu Allah s.w.t. memberinya rasa kantuk, hingga iapun tertidur pulas. Sejatinya, tidur adalah cara untuk merileksasi tubuh.

Dalam tidurnya, Adam bermimpi melihat Hawa. Padahal, saat itu Hawa belum diciptakan. Adam pun jatuh cinta kepadanya di pandangan pertama.

Sesaat kemudian, Allah s.w.t. menciptakan Hawa dari tulang rusuk Adam yang kiri dengan paras wajah yang sangat cantik, mengalahkan kecantikan seribu Bidadari.

Hawa memang wanita tercantik sepanjang masa hingga Hari Kiamat. Ia memiliki tujuh ratus kepangan (rambut yang dijalin). Dan tingginya setara dengan tingginya Adam. Allah s.w.t. menghiasinya dengan beragam perhiasan surga yang berkilau mengalahkan kilauan sang surya.

Adam pun terbangun dari tidurnya, dan terkejut ketika ia melihat wanita cantik yang menghiasi tidurnya itu duduk di sampingnya. Ia pun tak sabar ingin memadu cinta berasamanya. Namun, Allah s.w.t. mencegahnya.

“Jangan lakukan itu sebelum kau menyerahkan maharnya,” larang Allah s.w.t. menghentikan hasratnya.

“Apa maharnya?” tanya Adam.

“Aku melarangmu memakan pohon hinthah. Dan itulah maharnya,” terang Allah s.w.t.

Dalam riwayat lain dijelaskan, bahwa Allah s.w.t. berfirman, “Serahkanlah maharnya!”

“Apa maharnya?” tanya Adam.

“Bershalawat kepada nabi dan kekasih-Ku, Muhammad,” jawab Allah s.w.t.

“Siapa Muhammad itu?” tanya Adam.

“Ia termasuk keturunanmu, dan penutup para nabi. Andai bukan karenanya, Aku tidak akan menciptakan makhluk,” jawab Allah s.w.t.

Kemudian, Allah s.w.t. menikahkan Adam dengan Hawa. Prosesi akad nikah itu terjadi pada hari Jum’at setelah tergelincirnya matahari. Karena itu, akad nikah sunah dilakukan pada hari Jum’at.

Lantas, Allah s.w.t. memerintah Malaikat Ridhwan penjaga surga, untuk mendekorasi istana, dan menghiasi para bidadari.

Allah s.w.t. menciptakan kuda untuk Adam yang terbuat dari minyak misik, bernama Maimun. Kecepatannya laksana kilat yang menyambar. Ketika kuda itu didatangkan kehadapan Adam, iapun menungganginya.

Sementara, Hawa disiapkan seekor unta surga yang berpelana intan permata, dan iapun menungganginya.

Jibril yang memegang kendali kuda itu. Sementara, Mikail berada di sebelah kanannya dan Israfil berada di sebelah kirinya. Kemudian, mereka membawa Adam mengelilingi semua langit.

Setiap kali berjumpa malaikat, Adam mengucapkan salam kepadanya, dan malaikat itu berkata, “Bagitu mulia makhluk Allah ini.”

Sedangkan Hawa menunggangi unta, ia berkeliling bersama Adam, hingga mereka sampai di pintu surga. Mereka pun berhenti disana.

Lalu, Allah s.w.t. berfirman kepada Adam, “Ini adalah surga-Ku dan tempat kemuliaan-Ku, masuklah kalian berdua, dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik. Namun, janganlah dekati pohon ini, yang menyebabkan kalian termasuk orang-orang zhalim.”

Pada saat itu, mereka berdua disaksikan oleh para malaikat, kemudian mereka pun masuk ke dalam surga. Lalu, para malaikat membawa mereka mengelilingi surga.

(Dikutip dari kitab Bada’i iz Zuhur fi Waqa’i id Duhur, karya Syaikh Muhammad bin Ahmad bin Iyas Al-Hanafi)

oleh: Badruzzaman. S.Pd.I

Related Posts

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.