banner 468x60

MENGAPA YANG BERIMAN MENDAPAT COBAAN

 TASAWWUF
banner 468x60

Setiap insan dimuka bumi tidak lepas dari dua hal yaitu mendapatkan nikmat dan mendapatkan cobaan atau musiba, khususnya golongan kaum muslimin mereka tidak akan pernah lepas dari cobaan. Dan cobaan itu sendiri tingkat kesukarannya tergantung pada tingkatan atau kadar keimanannya semakin tinggi imam seorang hamba maka akan semakin besarpula cobaan yang didapatkan.

Cobaan sebenarnya merupakan sebuah filter dan hanya yang berimanlah yang dapat menghadapinya, sedangkan orang – orang yang didalam hatinya terdapat keburukan akan sukar melewati cobaan tersebut. Banyak dari setiap manusia yang masuk dalam golongan mukmin berprilaku seperti mereka pula namun tak jarang bila musibah datang menerpa mereka tidak mampu untuk menghadapinya sehingga mereka terlepas dari ikatan agama tidak mampu pula keluar dari kenyataan. Allah SWT berfirman:” Jika kamu (pada perang Uhud) mendapat luka, maka sesungguhnya kaum (kafir) itupun (pada perang Badar) mendapat luka yang serupa. Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu Kami pergilirkan diantara manusia (agar mereka mendapat pelajaran); dan supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) supaya sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada’. Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim. “ Dan agar Allah membersihkan orang-orang yang beriman (dari dosa mereka) dan membinasakan orang-orang yang kafir”.  (3: 140 – 141)
Dan juga ayat ini menjadi sebuah gambaran bahwa.”Kehidupan dunia tidak akan tetap bagi siapapun dan senantiasa dalam keadaan berubah. Setelah kesenangan, datang penderitaan dan disisi kemenangan, terdapat juga kekalahan.  Perubahan yang ada ini dapat memilah orang-orang yang tetap beriman dan mereka yang munafik. Fenomena ini dapat menjadi hujjah bagi orang lain bahwa setiap manusia dapat hidup dalam jalan yang bersih.  ” sehingga dapat dipastikan Cobaan merupakan wasilah bagi orang mukmin supaya terbina agar mereka terbersihkan hatinya dari kotoran dan jiwa mereka menjadi sehat.
Cobaan juga akan memuat orang – orang mukmin mendapatkan tambahan bekal dan kedudukan disisi Allah SWT, sebab hal itu dapat mengangkat derajat dan menambah kebaikan – kebaikan mereka, minimal menghapuskan kesalahan dan dosa-dosa sehingga mereka lebih dapat mensyukuri apa yang Allah telah takdirkan untuk seorang hamba.
sebagai seorang hamba yang mukmin hendaklah senantiasa husnuddhan kepada Allah SWT setidaknya mempunyai prasangka jika setelah kesulikan akan datang kemudahan. Dengan begitu kita akan senantiasa bisa meneri cobaan yang merupakan ujian atau tolok ukur keimanan seorang hamba. Wallohu A’lam.
Ibnu Latief.

Author: 

Related Posts

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.