banner 468x60

Drs. KH. AHMAD BUSYRO DAMANHURI; SOSOK TAWADUK DAN PEDULI ORANG LAIN

 FIGUR NU
banner 468x60

Ahad, 14 Rabiul Awal 1439 H./03 Desember 2017 M. KH. Ahmad Busyro Damanhuri, sosok yang dikenal sederhana dan tawaduk itu berpulang ke rahmatullah. Beliau meninggalkan santri, masyarakat dan kita semua warga NU untuk selama-lamanya. Sebelum wafat beliau sempat dirawat di RS. PHC Surabaya selama 28 hari dan 7 hari di kediaman beliau hingga peristirahatan terakhir. Tidak ada pesan khusus yang beliau amanahkan, baik pada keluarga atau santri, hanya saja empat bulan sebelum beliau wafat mendirikan organisasi IKSAD (Ikatan Santri dan Alumni PP. Ad-Damanhuri) tepat pada tanggal 17 Dzul Hijjah 1438 H./08 September 2017. yang sebelumnya tidak pernah terbesit baik di kalangan santri maupun alumni.

 

Kiai Busyro (sapaan akrabnya), selain dikenal sebagai sosok yang religius di kalangan warga Nahdliyin juga sebagai sosok yang telaten dan sangat mengayomi santrinya. Beliau memang tidak mengajari ilmu yang berhubungan dengan kitab kuning saja, namun juga menyentuh hal lain yang dibutuhkan santri ketika berada di kampung halaman. Semisal ilmu kemasyarakatan, etika bersosial, keterampilan wirausaha, dan ilmu-ilmu lain yang tidak tertulis dalam kitab klasik. “Beliau tidak monoton mengajari ilmu yang ada di kitab kuning, beliau juga mengajarkan etika bermasyarakat. Bagaimana cara berpapasan; cara berjabat tangan; bahkan cara bekerja beliau memimpin sendiri, seperti ada genting yang bocor di area pondok ketika waktu hujan, sampah di halaman, dan lain-lain,” ungkap Nur Kholis, S.Pd selaku ustadz dan pengurus pondok ketika diwawancarai Tabloid WargaNU.

 

Mendahulukan Kepentingan Orang Lain

            Selama berdakwah dan melayani masyarakat sekitar, beliau dikenal sebagai sosok yang sangat memperhatikan kepentingan orang lain (ghetê; Madura) jika ada masyarakat yang hendak mengundang, maka beliau mengusahakan menerima dan berusaha untuk hadir. Sebagaimana ungkapan salah satu warga (Pak Dayat), “Meske bedheh undangan se jheu mon pon e undang tatangghe se semma’, bisa e pasteaghi mile se semma’.” (Meski ada undangan yang jauh tapi dibutuhkan dan diundang masyrakat terdekat, bisa dipastikan hadir pada yang dekat). “Itulah yang membuat masyarakat sekitar rindu dan merasa sangat kehilanagn dengan sosok Kiai. Busyro,” imbuhnya sambil mengharap adanya pengganti seperti sosok beliau.

 

Tidak hanya pada keluarga, santri dan masyarakat sekitar, perhatian dan perjuangan beliau juga sangat tampak kepada umat, terutama warga Nahdliyin Bangkalan. Kepedulian beliau dibuktikan dengan dipercayakannya sebagai Wakil Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Bangkalan masa khidmat 2012-2017 dan 2017-2022. “Beliau adalah tokoh figur yang sangat aktif dan sangat mengayomi terhadap warga NU, dan juga aktif di berbagai lembaga keagamaan yang lain. Beliau adalah salah satu tokoh sejarah ketika NU menerima Asas Tunggal Pancasila ketika Munas NU ke-27 di Situbondo, dan beliau menjadi notulen pada saat itu. Oleh karenanya, beliau dalam memaparkan tentang ke-NUan, kebangsaan, bagaimana hubungan Pancasila dengan Islam, Pancasila dengan NU sangat detail dan lugas sekali, sehingga bisa cepat dicerna oleh masyarakat,” ungkap Ketua PCNU Bangkalan, KH. Makki Nashir.

 

Sebagaimana juga diungkapkan oleh Katib Syuriyah PCNU. Bangkalan, KH. Toyyib Fawas Muslim, “Beliau (Kiai Busyro) adalah salah satu tokoh NU yang sangat berpengaruh dalam segala keputusan organisasi juga dalam pelaksanaannya. Beliau adalah orang NU yang benar-benar NU, karena beliau dapat didikan langsung dari KH. As’ad Syamsul Arifin (alm). Dalam setiap rapat beliau sangat diandalkan karena ketegasannya, seberat apapun permasalahannya kalau sudah beliau yang memimpin selalu bisa diselesaikan dengan baik, singkat dan sesuai dengan keinginan bersama. Sehingga tidak salah jika RKH. Fakhrillah Aschal (Rais Syuriah saat ini) mengatakan; Setiap saya mendengarkan penjelasan tentang ke-NU-an dari berbagai ulama, yang paling mengena dan pas pada diri saya, adalah apa yang disampaikan oleh Kiai Busyro.”

 

Mengakhiri wawancara, Kiai Toyyib berharap; mudah-mudahan beliau yang telah mengahabiskan hidupnya untuk NU dan warga NU husnul khatimah, dan sesuai dengan apa yang selalu disampaikan beliau; keuntungan menjadi warga NU adalah kelak berkumpul dengan muassis NU, KH. Hasyim Asyari, KH. Wahhab Hasbullah, Syaichona Moh. Cholil, dan lainnya-lainnya. Amin.

Penulis: Hafidzi, S.Pdi

Editor: M. Abbas Busro

BIODATA

Nama Lengkap            : Drs. KH. Ahmad Busyro Damanhuri

Tempat Tanggal Lahir : Bangkalan, 03 Desember 1963

Tepat Kediaman          : PP. Ad-Damanhuri, Doro Agung Kompol Geger Bangkalan

Istri                              : Dra. Hj. Nurlailah Adzim

Anak                           : Nabilatus Sa’adah, Abdul Hakam, Arij Firdausy

Pendidikan                  : SDN Buduraan Arosbaya Bangkalan, SMP-S1 Al-Ibrohimy Sukorejo Situbondo

Organisasi                   : Ketua LBM PCNU Bangkalan sejak boyong Pondok-2007. Wakil Ketua Tanfidziyah PCNU Bangkalan 2007-2012. Wakil Rais Syuriyah PCNU Bangkalan 2012-2022. Wakil Ketua MUI Kab. Bangkalan.

Sumber: Tabloid WargaNU edisi II Jumadil Ula 1439 H

Author: 

Related Posts

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.