banner 468x60

HUKUM SEPUTAR DARAH HAID DAN ISTIHADAH

 KONSULTASI AGAMA
banner 468x60

Hukum Cairan Keruh dan Kental

Assalamualaikum, Kiai. Saya mau tanya tentang masalah haid, yang biasanya mengalami haid selama delapan hari. Sementara kemarin keluar cairan di hari kesembilan dan kesepuluh, keluar cairan warna putih agak keruh dan kental. Dinamakan apakah cairan yang keluar selama dua hari itu?

Penanya: Rohimah, Sepulu, Bangkalan 087865406XXX

Jawaban:

Waalaikumussalâm warahmatullâhi wabarakâtuh. Cairan keruh atau kekuningan yang keluar dalam masa-masa haid (tidak kurang dari 24 jam dan tidak lebih dari 15 hari) tetap dihukumi haid. Walaupun hal tersebut di luar kebiasaan yang dialami.

Referensi: al-Muhadzdzab, 1/41

 

Pendarahan Selepas Malam Pertama, Haid?

Assalamualaiakum, Pak Ustad. Saya adalah manten baru. Sekitar beberapa waktu yang lalu saya melakukan hubungan badan sama suami. Tiba-tiba pas setelah melakukan, besoknya saya keluar darah. Apakah darah yang keluar itu dinamakan darah haid?

Penanya: Masrurah, Tanah Merah, Bangkalan 085331959XXX

Jawaban:

Waalaikumussalâm warahmatullâhi wabarakâtuh. Darah haid adalah pendarahan yang terjadi tidak kurang dari 24 jam dan tidak lebih dari 15 hari. Dan sudah dipisah suci dari haid sebelumnya minimal 15 hari. Jika pendarahan tersebut memenuhi kriteria tersebut, maka dihukumi haid.

Referensi: Fathul-Qarîb 61-62

 

Wanita Haid Mengulang Hafalan al-Qur’an?

Assalamualaikum, Kiai. Bagaimana hukum seorang wanita dalam keadaan haid, membaca al-Qur’an dan hal itu untuk mengulang hafalannya (murâja‘ah)?

Penanya: Anisah, Sepulu, Bangkalan 087853551XXX

Jawaban:

Waalaikumussalâm warahmatullâhi wabarakâtuh. Orang junub termasuk wanita haid dihukumi haram membaca al-Qur’an dengan niat membaca al-Qur’an. Jika membaca tersebut dengan niat dzikir maka hukumnya boleh. Bahkan menurut Mazhab Malikiyah, wanita haid boleh membaca al-Qur’an jika bertujuan belajar atau mengajar. Termasuk wanita haid membaca al-Qur’an dengan niat taqrâr (mengulang) hafalan.

Referensi: Hâsyiatul-Jamal 1/157; al-Mufashshal 1/168

 

Hukum Suci di Sela-sela Dua Haid

Assalamualaikum, Kiai. Mohon berikan penjelasannya, jika di Bulan Ramadan seorang wanita haid selama tujuh hari dan kemudian suci. Ketika hari ketiga setelah suci, dia datang haid lagi. Bagaimana hukum puasa yang tiga hari itu?

Penanya: Laura, Kwanyar, Bangkalan 082301790XXX

Jawaban:

Waalaikumussalâm warahmatullâhi wabarakâtuh. Masa bersih di sela-sela haid ada dua pendapat. Menurut qaul sahbi, dihukumi haid. Sementara menurut qaul laqthi, dihukumi suci. Maka puasa yang tiga hari, jika mengikuti pendapat Laqthi, maka hukum puasanya sah dan tidak perlu mengulang puasa lagi. Jika mengikuti pendapat Sahbi, maka puasanya tidak sah dan wajib mengulang lagi.

Referensi: al-Iqnâ‘ fî Halli Alfâzhi Abî Syujâ‘ 1/98

 

Sumber: Tabloid WargaNU edisi II Jumadil Ula 1439 H.

Author: 

Related Posts

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.