banner 468x60

KETUA MUI PUSAT: KENAPA KHILAFAH TIDAK BOLEH DITEGAKKAN DI INDONESIA

 NEWS
banner 468x60

Bangkalan, al-UmmahNews.Com (2/7) – Dalam dialog “Urgensi Pengembangan Potensi Ekonomi Syariah dan Keumatan di Madura” yang dilaksanakan di Pendopo Pratanu Bangkalan Madura pada hari Senin tanggal 2 Juli 2018, Ketua MUI Pusat KH. Ma’ruf Amin ini pun turut memaparkan materi.

Dalam pemaparannya, Kyai yang memiliki keturunan darah Madura ini menjelaskan bahwa sistem keuangan syariah menjadi salah satu sistem keuangan nasional selain keuangan konvensional. “Sistem keuangan syariah merupakan pencampuran antara prinsip Ketuhanan dengan rekayasa manusia dimana dengan keduanya maka terciptalah sistem keuangan syariah”, tuturnya.

Menurut Kyai yang juga menjabat sebagai Rais Aam PBNU ini, ada hal yang perlu digaris bawahi dan amat perlu dipahami oleh segenap warga bahwasanya Indonesia bukan merupakan negara Islam namun juga bukan negara kafir. Negara ini adalah negara shuluh (damai), ahd (kesepakatan), atau kebangsaan religius, bukan negara sekuler.

Lalu, kenapa khilafah tidak boleh ditegakkan di Indonesia? Berikut penuturan Kyai yang memiliki keturunan darah biru dari Keraton Arosbaya dan Ratu Sumedanglarang ini, “Khilafah itu Islami, tapi Islam bukan hanya khilafah. Kerajaan juga Islami, buktinya Saudi Arabia adalah kerajaan. Keemiran juga Islami, seperti Abu Dhabi, dan lain-lain. Republik juga Islami, seperti Mesir, dan lain-lain. Maka kalau republik juga Islami, lalu mengapa Republik Indonesia tidak diperbolehkan?”, balik tanyanya.

Indonesia kini sudah memiliki Komite Keuangan Syariah, diketuai langsung oleh Presiden RI Ir. Joko Widodo. “Ekonomi syariah hari ini masih 5-8% padahal peluangnya di atas 50%”, lanjut Kyai Ma’ruf. Faktor inilah yang menjadi salah satu alasan mengapa Dewan Pimpinan MUI Pusat sampai turun langsung ke daerah-daerah, alasan apa hingga kesenjangan ini ada. “Apakah kita dan para kyai masih belum (beralih ke sistem keuangan, red) syariah?”, tanya Kyai Ma’ruf.

Dalam pemaparannya, Beliau menjelaskan sebuah keterangan dalam Kitab Fathul Mu’in bahwasanya hukum menghilangkan kelaparan dari kaum muslimin dan kafir dzimmi yang muta’man adalah fardlu kifayah. Maka, lanjut Beliau, sistem ekonomi syariah harus terus didorong untuk menghilangkan kemiskinan.

Sebelum mengakhiri pemaparannya, Kyai Ma’ruf mengibaratkan sistem keuangan syariah seperti kendaraan yang masih kosong. Maka daripada itu, harus diisi dengan langkah-langkah pemberdayaan dan kemitraan. “Dan ketika sudah berdaya, maka kita masukkan pada keuangan syariah”, pungkasnya.

Seperti apa yang telah ditegaskan Kyai Ma’ruf pada safari dakwah sebelumnya, “MUI sepakat bahwasanya NKRI sudah final dan menjadi harga mati”. (hvd/zn)

Author: 

Yang membedakan antara manusia dengan bukan manusia dalam hal transfer budaya adalah KOMUNIKASI!!!

Related Posts

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.