banner 468x60

LAWAN RADIKALISME, UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA GANDENG PCNU BANGKALAN KUATKAN WAWASAN KEBANGSAAN DOSEN

 NEWS
banner 468x60

Penandatanganan MoU antara Rektor UTM dengan Ketua PCNU Bangkalan

Bangkalan, al-UmmahNews.Com – Maraknya perkembangan benih-benih radikalisme yang tumbuh di berbagai perguruan tinggi seluruh Indonesia, tak terkecuali sejumlah perguruan tinggi negeri ternama membuat pihak rektorat Universitas Trunojoyo Madura (UTM) dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bangkalan bekerja ekstra.

Benih-benih tersebut tidak hanya tumbuh kembang pada kalangan mahasiswa, namun juga telah menjangkiti tataran dosen yang dinilai sebagai intelektual yang mampu mencetak generasi muda menjadi penerus cita-cita luhur pendiri bangsa.

Ada sejumlah pertanyaan besar yang salah satunya adalah bagaimana mungkin perguruan-peguruan tinggi negeri yang dibiayai oleh negara melalui APBN tersebut bisa menjadi lumbung subur radikalisme?

Berangkat dari kekhawatiran inilah pihak kampus UTM dan PCNU Bangkalan menjalin kerjasama dengan mengadakan Pendidikan dan Pelatihan Penguatan Wawasan Kebangsaan, (14/09/2019). Sebuah keniscayaan untuk memotong mata rantai sejumlah kekacauan yang terjadi buah dari ideologi radikal yang tumbuh kembang justru di perguruan tinggi, selaku ‘pabrik pencetak’ kaum akademisi dan cendikiawan.

Dalam sambutannya, KH. Muhammad Makki Nasir, M.Pd selaku ketua PCNU Bangkalan, “dengan adanya kegiatan pelatihan ini ke depan harus ada tindak lanjut nyata sehingga masyarakat betul-betul merasakan cita-cita ulama masa dulu”, sambutnya mengawali penutupan kegiatan pelatihan yang diproyeksikan sebagai Program Pengembangan Dosen Universitas Trunojoyo Madura tersebut.

Tak bisa dipungkiri bahwasanya dunia bergantung pada Indonesia, hal ini secara geopolitik nasional Madura sebagai “madunya Nusantara” merupakan daerah potensi yang sangat urgen dalam perputaran perekonomian dunia, khususnya tambang minyak, gas, dan sumber daya mineral lainnya. Maka tak heran bila akhir-akhir ini secara berantai, kerukunan warga Madura diuji dengan upaya-upaya provokatif memecah belah persatuan.

“Ada premis kuno disebutkan kalau ingin menguasai Indonesia maka kuasai pulau Jawa, kalau ingin menguasai Jawa maka kuasai Jawa Timur. Nah di sini Madura secara geopolitik nasional merupakan daerah potensi yang sangat urgen dalam perputaran perekonomian Indonesia bahkan dunia”, lanjut ketua PCNU Bangkalan yang juga menjabat sebagai wakil ketua Forum Kerukunan Umat Beragama Kabupaten Bangkalan tersebut.

Masih dalam sambutan kiai yang dipercaya menjadi ketua Koordinatorat Daerah Nahdlatul Ulama (Korda NU) Madura Raya ini, “Madura harus mampu bersatu, semua elemen masyarakat khususnya ulama, pemerintah, dan akademisi harus saling menopang antar satu sama lain. Karena sekecil apapun peran yang dilakukan akan sangat membantu dalam menopang sebuah pembangunan, dan bisa dipastikan bahwa NU tidak diragukan lagi atas sifat nasionalismenya”, pesannya penuh optimis.

“Harapan PCNU, UTM memiliki gedung khusus yang diberi nama Gus Dur atau KH. Abdurrahman Wahid. Agar masyarakat tahu bahwa ada peran besar Gus Dur di kampus ini, dan juga agar melekat pada generasi penerusnya”, pungkas pengasuh PP. Falahun Nashiri Sennenan Bangkalan ini disambut tepuk tangan yang gemuruh dari peserta dan tamu undangan yang hadir.

Acara pelatihan ini kemudian diakhiri dengan penandatanganan Nota Kesepahaman atau juga biasa disebut dengan Memorandum of Understanding (MoU) di Gedung Rektorat, antara Universitas Trunojoyo Madura dengan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Bangkalan yang masing-masing kedua belah pihak diwakili langsung oleh Rektor UTM dan Ketua PCNU Bangkalan.

Redaktur: Abdullah Hafidi

Author: 

Yang membedakan antara manusia dengan bukan manusia dalam hal transfer budaya adalah KOMUNIKASI!!!

Related Posts

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.