banner 468x60

RA FUAD WAFAT, BEGINI PERNYATAAN KIAI MARZUKI MUSTAMAR

 NEWS
banner 468x60

Reporter Al-Ummah News mewawancarai KH Marzuki Mustamar sebelum jenazah Ra Fuad tiba untuk dishalatkan

Bangkalan, al-UmmahNews.ComAssalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, bismillah alhamdulilah wasy sukru lillah la hawla wa la quwwata illa billah amma ba’d.

Kaum muslimin warga NU Jawa Timur rahimakumullah, kami Marzuki Mustamar ketua PWNU Jawa Timur benar-benar merasakan duka yang sangat mendalam atas wafatnya cucu (cicit, red) Syaikhona Kholil Bangkalan yaitu Ra Fuad Amin.

Kami benar-benar kehilangan beliau, di Madura ini beliau rajanya bahkan di Jawa Timur beliau juga rajanya. Banyak kebijakan-kebijakan NU maupun pemerintah yang alhamdulillah dengan tangan dingin beliau bisa benar-benar menguntungkan masyarakat, menguntungkan umat. Sekalipun mungkin orang lain menganggapnya kontroversial.

Duka yang begitu mendalam benar-benar dirasakan oleh ketua PWNU Jawa Timur

Tapi beliau berbuat banyak untuk umat, termasuk jalan kembar ke sini (jalan akses Suramadu, red), masjid ini (masjid maqbaroh Syaikhona Kholil, red), dan lain sebagainya itu untuk umat, ini jasa beliau. Lalu ada semacam kampung sebelah ini dibendung, supaya air asin dari laut tidak masuk kampung, ini jasa beliau juga.

Perkara orang menganggap kontroversial, biasa lah. Tidak semua orang mesti senang, tidak semua orang mesti setuju. Nah kalau saya sendiri yakin, kakeknya (buyutnya, red), Syaikhona Kholil Bangkalan, tidak tinggal diam. Kepada seluruh anak cucunya, santrinya, murid-muridnya, dia mesti akan mensyafaatinya.

KH Marzuki Mustamar selaku imam shalat jenazah

Rasulullah SAW terhadap keluarganya, sanak familinya, yang mungkin, yang tidak semuanya muslim. Abu Thalib kayak begitu, dan yang lain-lain, Abi Lahab kayak begitu. Tapi kepada semua, Nabi tetap berkomitmen saabulu balalah. Semuanya akan aku basahi panasnya siksa, barangkali mereka disiksa, dengan percikan syafaatku.

Artinya, Abu Lahab pun karena ikut bergembira menyambut lahirnya Rasulullah SAW, dia dapat keringanan siksa setiap hari Senin. Rasul kepada anak cucunya seperti itu, tentu Syaikhona yang juga meniru Rasulullah SAW kepada anak cucunya, murid-muridnya, santrinya, warga NU, saya yakin akan berbuat yang sama. Tidak rela kalau muridnya, santrinya, anak cucunya disiksa Allah SWT.

Suasana peziarah yang penuh sesak berebut ingin menghantarkan almarhum ke peristirahatan terakhirnya

Semoga Ra Fuad di samping amalnya memang diterima Allah, dosanya diampuni Allah, juga mendapat syafaat dari kakeknya (buyutnya, red) yakni Syaikhona Kholil Bangkalan.

Kepada anak cucu, keluarga yang ditinggalkan, semoga Allah menjaga iman mereka. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Redaktur: Abdullah Hafidi

Author: 

Yang membedakan antara manusia dengan bukan manusia dalam hal transfer budaya adalah KOMUNIKASI!!!

Related Posts

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.