banner 468x60

HAUL KIAI ILYAS, GUS MUWAFIQ: JANGAN LUPAKAN JASA PARA PENDAHULU

 NEWS
banner 468x60

Bangkalan, al-UmmahNews.Com – Dalam rangka memperingati tahun wafatnya KH. Moh. Ilyas Khotib, Pondok Pesantren Miftahul Ulum Al-Islamy adakan Haul Akbar dan Temu Alumni ke-8, Sabtu (28/9).

Acara yang digelar di Dusun Congaban, Desa Kedundung, Kecamatan Modung, Kabupaten Bangkalan, Madura ini menghadirkan KH. Ahmad Muwafiq asal Sleman Yogyakarta.

“Kita ini mendapatkan pelajaran yang sangat berharga, untuk apa, untuk tidak melupakan jasa para pendahulu”, jangan sampai menjadi manusia itu kehilangan penghormatan terhadap jasa para pendahulu, lanjutnya membuka tausyiah.

Ada dua garis besar yang dapat disimpulkan dari tausyiah kiai gondrong kelahiran Paciran Lamongan ini, yang pertama mengenai iman kepada perkara ghaib merupakan kurikulum besar yang mulai disangsikan oleh sebagian umat Islam.

“Sekarang banyak sekali orang-orang yang ahli Al-Qur’an menabrak apa yang disebut ghaib, yang dulu diajarkan oleh ulama muttaqin“, katanya.

Yang kedua yaitu pembelajaran dasar untuk kepangkatan manusia di hadapan Rasulullah, menurut Gus Muwafiq pangkat umat Islam masa kini sebagai muridnya ulama.

Gaya berdakwahnya pun menyesuaikan diri dengan tradisi dan kearifan lokal. “Kemudian cucu-cucu Rasulullah berikutnya (Ulama, red) tidak ribut dengan bangsa baru”, ulasnya.

Menjadi harapan besar bagi pengasuh pondok ini, KH. Ayyub Musthofa untuk seluruh santri alumni dan simpatisan, dan umumnya bagi warga Nahdliyin.

“Semoga tausyiah beliau menjadi penggugah kita untuk semakin solid dalam berbangsa dan bernegara”, ucap kiai yang akrab disapa Ra Ayyub ini. Juga dapat menumbuhkan rasa hubbul wathan, sambung alumni Al-Azhar, Kairo, Mesir tersebut.

Nampak hadir beberapa ulama dan para tokoh, diantaranya Kiai-kiai yang hadir: KH. Fuad Nurhasan PP Sidogiri, KH. Mas Abd. Azhim PP Al-Falah Al-Cholily Kepang Bangkalan, KH. Muhammad Faishol Anwar PP Al-Kholiliyah An-Nuroniyah Demangan Timur Bangkalan, RKH. Fakhrillah Aschal PP Syaichona Moh Cholil Demangan Barat Bangkalan, KH Muhammad Makki Nasir PP Falahun Nashiri Senenan Bangkalan.

Author: 

Yang membedakan antara manusia dengan bukan manusia dalam hal transfer budaya adalah KOMUNIKASI!!!

Related Posts

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.